Minggu, 25 Juli 2010

EVALUASI PEMBELAJARAN

EVALUASI HASIL PEMBELAJARAN
(Dihimpun dari berbagai sumber dan disosialisasikan oleh Subakir Dimyati)

1. Pendahuluan
Materi pertemuan ini bermaksud untuk meningkatkan kemampuan peserta pelatihan dalam tes dan pengukuran hasil belajar., juga peserta diharapkan memperoleh pemahaman konsep pokok mengenai penilaian, tes dan pengukuran, terutama yang berkenaan dengan pengertian, peranan, fungsi, dan etika tes. Secara khusus untuk meningkatkan kemampuan peserta dalam hal mengkontruksi butir soal, pengadministrasian tes tes, serta penskoran dan penilaian (scoring and grading).
Tujuan Intruksional Umum : Peserta pelatihan mampu melakukan penilaian terhadap hasil belajar peserta didik.
Tujuan Instruksional Khusus : Peserta pelatihan mampu
menjelaskan pengertian tes, pengukuran dan penilaian hasil belajar serta keterkaitan antara ketiganya.
menjelaskan kegunaan tes, pegukuran dan penilaian dalam pendidikan.
menjelaskan etika melakukan tes, pengukuran dan penilaian dalam pendidikan.
membuat perencanaan tes hasil belajar
mengkonstruksi butir soal obyektif dan esai
mengadministrasi tes
mengolah hasil tes
menggunakan berbagai pendekatan dalam penilaian
menganalisis soal
2. Tes
Tes adalah suatu pernyataan atau tugas atau perangkat tugas yang direncanakan untuk memperoleh informasi tentang trait / atribut pendidikan atau psikologik yang setiap butir pertanyaan atau tugas tersebut mempunyai jawaban atau ketentuan yang dianggap benar. Tes dapat diklasifikasikan menurut bentuk, tipe dan ragamnya.
Menurut bentuknya : 1. bentuk Uraian (esai) 2. bentuk obyektif. Menurut tipenya : 1 tipe tes uraian terbatas (restricted essay) dan 2.tes uraian bebas (extended essay). Menurut ragamnya : 1. tipe tes uraian terbatas : a. Ragam tes jawaban singkat b. Ragam tes melengkapi c. Ragam tes uraian terbatas sederhana 2. tipe tes uraian bebas : a. Ragam tes uraian bebas sedaerhana b. Ragam tes uraian ekspresif 3. tipe tes obyektif benar salah : a. Ragam benar salah sederhana b. Ragam benar salah dengan koreksi 4. tipe tes obyektif menjodohkan : a. Ragam menjodohkan sederhana b. Ragam menjodohkan hubungan sebab akibat 5. tes obyektif pilihan ganda : a. ragam pilihan ganda biasa b. Ragam pilihan ganda hubungan antar hal c. Ragam pilihan ganda analisis kasus d. Ragam pilihan ganda kompleks e. Ragam pilihan ganda membaca diagram

3. Pengukuran dan Penilaian
Pengukuran adalah pemberian angka kepada suatu atribut atau karakteristik tertentu yang dimiliki oleh orang, hal atau obyek tertentu menurut aturan dan formulasi yang jelas. Karakteristik dari pengukuran adalah penggunaan angka atau skala tertentu dan menggunakan suatu aturan atau formula tertentu. Penilaianmaupun non-tes. Dengan kata lain, penilaian adalah pemberian nilai terhadap kualitas sesuatu. Keterkaitan antara tes, pengukuran dan penilaian : Penilaian hasil belajar baru dapat dilakukan dengan baik dan benar bila menggunakan informasi yang diperoleh melalui pengukuran hasil belajar yang menggunakan tes sebagai alat ukurnya. Kegunaan tes, pengukuran, dan penilaian dalam pendidikan antara lain adalah seleksi, penempatan, diagnosa dan remedial, umpan balik memotivasi dan membimbing, perbaikan kurikulum dan program pendidikan dan pengembangan ilmu. Pengukuran menggunaanakan angka atau skala tertentu diklasifikasikan dalam 4 kategori : 1. sakala nominal 2. skala ordinal 3. skala interval 4. skala rasio
Perencanaan dalam pengujian sangat penting karena tes akan berarti bila terdiri dari butir-butir soal yang menguji tujuan yang penting dan mewakili ranah pengetahuan, kemampuan dan ketrampilan secara representatif. Ada 6 hal yang perlu dipertimbangkan dalam perencanaan tes, yaitu : pengambilan sampel dan pemilihan butir soal, tipe tes yang akan digunakan, aspek yang akan akan diuji, format butir soal, jumlah butir soal dan distribusi tingkat kesukaran butir soal.
Kelemahan pokok pengukuran hasil belajar di lembaga pendidikan pada umumnya tidak terletaak pada bentuk dan tipe butir soal yang digunakan, tetapi terutama terletak pada bentuk dan kemampuan dosen untuk mengkonstruksi butir soal dengan baik. Di samping itu, tes dianggap bukan sebagai alat ukur, tetapi sebagai alat pendidikan yang terpenting dalam proses pendidikan. Padahal, fungsi utama tes hasil belajar (echievement test) ialah mengukur keberhasilan belajar seseorang atau sekelompok mahasiswa, bukannya proses pendidikan.
Tes hasil belajar (THB) adalah salah satu alat ukur yang paling banyak digunakan untuk menentukan keberhasilan seseorang dalam suatu proses belajar mengajar atau untuk menentukan keberhasilan suatu program pendidikan. Terdapat dua jenis tes yang paling sering digunakan Tes hasil belajar, yaitu tes uraian, dan tes obyektif. Cara-cara penulisan butir soal uraian berbeda dengan penulisan butir soal obyektif, demikianpun kekuatan dan kelemahan antar keduanya berbeda pula. Untuk menilai butir-butir soal uraian biasanya dibuat pedoman skoring (marking Scheme).
4. Pendekatan Penilaian Hasil Pembelajaran
Pengadministrasian tes adalah pelaksanaan tes, mulai dari proses penyuntingan naskah tes sampai dengan mengerjakan tes. Langkah-langkah pengadministrasian tes meliputi penyuntingan tes, penggandaan naskah tes dan pelaksanaan tes.
Pengolahan hasil tes merupakan kegiatan lanjutan pengadministrasian ujian, yaitu memeriksa hasil ujian, yaitu memeriksa hasil ujian dan mencocokkan jawaban peserta dengan kunci jawaban untuk kognitif dan tes ketrampilan. Terdapat dua pendekatan yang berlaku dalam penilaian hasil pembelajaran, yaitu Penilaian Acuan Norma (PAN) dan Penilaian Acuan Patokan (PAP). PAN merupakan penentuan nilai peserta didik dalam satu proses pembelajaran yang didasarkan pada tingkat penguasaan di kelompok itu. Artinya pemberian nilai mengacu pada perolehan skor di kelompok itu. PAP suatu cara menentukan nilai seseorang yang didasarkan pada pencapaian tujuan pembelajaran. Kelululusan telah ditentukan / dipatok minimal harus menguasai sekian persen dari tujuan pembelajaran. Bilamana seseorang telah memenuhi patokan itu ia dinyatakan berhasil. Tetapi bila belum memenuhi patokan dikatakan gagal atau belum menguasai bahan tersebut.
Pengolahan hasil tes merupakan kegiatan lanjutan pengadministrasian ujian, yaitu memeriksa hasil ujian, yaitu memeriksa hasil ujian dan mencocokkan jawaban peserta dengan kunci jawaban untuk kognitif dan tes ketrampilan. Terdapat dua pendekatan yang berlaku dalam penilaian hasil pembelajaran, yaitu Penilaian Acuan Norma (PAN) dan Penilaian Acuan Patokan (PAP). PAN merupakan penentuan nilai peserta didik dalam satu proses pembelajaran yang didasarkan pada tingkat penguasaan di kelompok itu. Artinya pemberian nilai mengacu pada perolehan skor di kelompok itu. PAP suatu cara menentukan nilai seseorang yang didasarkan pada pencapaian tujuan pembelajaran. Kelululusan telah ditentukan / dipatok minimal harus menguasai sekian persen dari tujuan pembelajaran. Bilamana seseorang telah memenuhi patokan itu ia dinyatakan berhasil. Tetapi bila belum memenuhi patokan dikatakan gagal atau belum menguasai bahan tersebut.
Pendekatan PAN (penilaian acuan norma / relatif )
Rata-rata =Jumlah skor seluruh anak didik/ Jumlah anak didik
adalah proses untuk mengambil keputusan dengan menggunakan informasi yang diperoleh melalui pengukuran hasil belajar, baik yang menggunakan instrumen tesSimpangan-baku
Pendekatan PAP (penilaian acuan patokan / kriteria / absolut)
Patokan dalam proses pembelajaran selalu mengacu pada tujuan intruksional umum (TIU) dan tujuan intruksional khusus (TIK) atau mengacu pada stándar kompetensi (SK) dan kompetensi dasar (KD) yang sering digunakan dalam sistem belajar tuntas
Misalkan seseorang dikatakan telah menguasai satu pokok bahasan bilmana ia telah dapat menjawab dengan benar 80 % dari butir soal yang berasal dari pokok bahasan tersebut. Sistem penilaian yang menggunakan kategori berhasil dan tidak berhasil, lulus atau tidak lulus ada pula yang menggunakan kategori A, B, C, D, E, di mana E tidak lulus atau kurang dari 80%.

Analisis soal mecakup analisis butir soal dan perangkat soal, analisis butir soal dilihat dari tingkat kesukarannya, daya bedanya dan berfungsi tidaknya pilihan. Sementara analisis perangkat soal lebih ditujukan pada validitas dan reliabilitas.
DAFTAR PUSTAKA
Depdikbud 1977. Alat Penilaian Kemampuan Guru. Jakarata
Ebel,R.L, & Frisbie, D.A. 1986. Essentials of Educational Measurement. Englewood Cliffs, N.J: Prestice-Hall

Ernest T. , 1996. Action Research : A Handbook for Practitioners. London : Sage Publi cation

Irawan Prasetya 2001. Evaluasi Proses Belajar Mengajar. Jakarta : PAU-PPAI-UT
Zainul, Assmawi & Nasution, Noehi. Penilaian Hasil Belajar, Jakarta : PAU-PPAI-UT

0 komentar:

Posting Komentar